Laboratorium Rekayasa Sistem Kerja & Ergonomi ITB pertama kali didirikan oleh Bapak Satria Darsa. Pada tahun 1974/1975, Bapak Iftikar Z. Sutalaksana yang baru menamatkan pendidikan sarjananya di jurusan Teknik Industri ITB diberi amanah untuh mengurus laboratorium tersebut, yang pada waktu itu masih bernama Laboratorium Teknik Tata Cara. Pada waktu itu di jurusan Teknik Industri ITB baru memiliki
dua buah laboratorium, yakni Laboratorium Teknik Tata Cara dan Laboratorium Tata Letak Pabrik (yang sekarang menjadi Laboratorium Sistem Produksi). Pada waktu itu Laboratorium Teknik Tata Cara -lah yang lebih aktif dan menjadi penggerak perkembangan keilmuan Teknik Industri di ITB. Sejak awal berdirinya hingga sekarang, laboratorium ini sempat beberapa kali berganti nama. Pergantian nama ini dimaksudkan sebagai bentuk penyesuaian pada perubahan jaman dan penyesuaian terhadap bidang kajian dari laboratorium. Nama Laboratorium Teknik Tata Cara (Lab. TTC) yang pertama kali digunakan saat pendiriannya disesuaikan dengan kajian yang dilakukan pada saat itu, yakni lebih fokus dan terbatas pada kajian mengenai komponen-komponen pembentuk sistem (Alat-Manusia-Bahan) dan interaksi serta relasi diantaranya yang berupa tata cara kerja. Selanjutnya, pada tahun 1984/1985, laboratorium ini berubah nama menjadi Laboratorium Analisis dan Perancangan Kerja dan Ergonomi (Lab. Pada waktu itu bidang kajian yang ada pada laboratorium ini mengalami perluasan, yakni dari yang semula membahas tata cara kerja meluas menjadi membahas tata cara sistem p**a. Yang perlu dicatat disini adalah penambahan kata ergonomi yang mana menggambarkan cakupan yang luas pada bahasan yang dimaksud. Kata ergonomi pada nama Lab. APKE dimaksudkan untuk mengeksplisitkan peran laboratorium untuk menyadarkan masyarakat dan mengubah paradigma dalam melakukan perancangan pada sistem (yang dulunya All of Equal Design menjadi Human Centered Design). Pada perkembangan selanjutnya, laboratorium ini kemudian berganti nama menjadi Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (Lab. PSK&E) pada awal dekade 90-an. Perubahan nama ini menunjukkan bahwa laboratorium ini lebih memfokuskan pada usaha untuk melakukan perancangan dan perbaikan terhadap sistem kerja berasaskan paham Human Centered Design dan dengan menggunakan pendekatan sistem. Nama ini menekankan pada pentingnya peran sistem secara keseluruhan pada kehidupan manusia. Penamaan tersebut terus bertahan hingga pada tahun 2010 laboratorium ini berganti nama menjadi Laboratorium Rekayasa Sistem Kerja dan Ergonomi (Lab. RSK&E). Perubahan nama ini ditujukan untuk memberi pandangan dan cakupan bahasan yang lebih luas lagi bagi pengembangan laboratorium ke depannya. Dengan nama terbaru ini, Lab. RSK&E mencoba untuk memperluas cakupan bahasannya, yakni mulai dari awal perancangan sistem sampai usaha perbaikan sistem secara terus menerus (dari hulu ke hilir). Semoga Lab. RSK&E kedepan dapat terus berkembang untuk meraih kegemilangannya dalam mengembangkan keilmuan Ergonomi dan Rekayasa Sistem Kerja di ITB khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. Kepala Lab. RSK&E ITB: Ir. Hardianto Iridiastadi, MSIE, PhD
Koordinator Pengembangan Institusi: Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana
Koordinator Pengabdian Masyarakat: Dr. Ir. Herman R. Soetisna
Koordinator Penguatan Kerjasama Industri: Yassierli, ST, MT, PhD
Koordinator Penelitian: Ari Widyanti, ST, MT, PhD
Koordinator Pengembangan Sumber Daya: Dr. Manik Mahachandra, ST, MSc
Koordinator Pengembangan Peralatan: Khoirul Muslim, ST, PhD
Koordinator Asisten Lab. RSK&E 2013/2014 : Ahmad Zarkasi
Kontak Lab: [email protected]
Kontak Asisten: [email protected]
Kontak Admin: [email protected]