14/12/2025
Aku pernah tersakiti sampai rasanya lupa bagaimana caranya tersenyum tulus.
Dulu aku pikir, rumah tangga itu tempat pulang yang paling aman… ternyata aku justru pulang pada luka yang setiap hari berdarah pelan-pelan.
Kini aku hanya seorang mama—janda dengan satu anak kecil perempuan yang jadi alasanku bangkit.
Aku merawatnya sendirian. Aku belajar menjadi kuat, bukan karena aku ingin… tapi karena aku harus.
Malam-malam panjang yang dulu penuh tangis kini berubah menjadi pelukan hangat putriku.
Dialah yang membuatku kembali percaya, bahwa aku masih layak dicintai.
Aku tidak mencari seseorang untuk memperbaiki masa laluku.
Aku hanya berharap, jika suatu hari Tuhan mempertemukan aku dengan seseorang…
biarlah itu dengan laki-laki yang tahu cara menghargai, menerima, dan mencintai tanpa melukai.
Aku bukan mama sempurna.
Tapi aku mama yang berjuang.
Dan di balik senyuman cantikku, ada hati yang sudah ditempa untuk lebih kuat daripada sebelumnya.