16/03/2022
Waspada Dengue di sekitar Anda!
Di tengah musim hujan seperti saat ini, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) biasanya melonjak. DBD sendiri merupakan penyakit mudah menular yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Hati-hati, nyamuk ini umumnya menginfeksi di pagi dan sore hari.
Bagaimana cara penularannya?
Saat nyamuk ini menggigit dan menghisap darah orang yang sudah terinfeksi virus Dengue, virus itu akan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk, termasuk air liurnya. Selanjutnya, nyamuk ini akan menggigit orang lain dan virus akan menginfeksi orang tersebut.
Salah satu komplikasi dari DBD yang paling ditakutkan adalah terjadinya Dengue Shock Syndrome (DSS) atau dikenal juga sebagai Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Gejala yang muncul memilikit tingkat keparahan yang lebih serius, yaitu terjadinya pendarahan yang menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) sehingga menyebabkan kematian.
Adakah cara pencegahannya?
Saat ini menurut WHO, ada satu vaksin dengue yang sudah mendapat lisensi, yakni Dengvaxia® (CYD-TDV), yang dikembangkan oleh Sanofi Pasteur. Sementara itu ada 5 calon vaksin dengue tambahan yang sedang di bawah uji klinis, dua di antaranya (yang dikembangkan NIH/Butantan and Takeda) sedang di fase trial ke-3.
Bagaimana menurut Anda, perlukah mendapatkan vaksinasi untuk DBD?