23/09/2026
Kenapa Ilmuwan Minta 1.000 Orang Ngubur Celana Dalam??
Coba bayangin... suatu hari ada surat dari kampus: "Tolong kubur celana dalam kamu di halaman rumah, terus gali lagi dua bulan kemudian." Hmm... kira-kira kita bakal ikut, atau langsung lapor Pak RT? hehe 😄
Tapi di Swiss, beneran ada lebih dari seribu orang yang mau ikut loh!
Proyeknya namanya Beweisstück Unterhose, artinya kurang lebih "Barang Bukti: Celana Dalam"... dimulai tahun 2021 oleh University of Zurich bareng Agroscope, pusat riset pertanian Swiss. Caranya seragam: sekitar 1.000 relawan ngubur lebih dari 2.000 celana dalam katun plus 12.000 kantong teh di kurang lebih 1.000 lokasi. Dua bulan kemudian semuanya digali lagi, difoto, terus dikirim ke lab bareng sampel tanahnya.
Lho, kenapa harus celana dalam?
Soalnya katun itu serat alami... buat cacing, jamur, dan bakteri tanah, celana dalam katun ya makanan. Makin cepet kainnya hancur, makin sibuk kehidupan di bawah tanah. Jadi celana dalam yang biasa kita pakai sehari-hari tiba-tiba naik pangkat jadi alat ukur kesehatan tanah. Murah meriah kan? hehe
Terus hasilnya gimana?
Yang paling cepet hancur ternyata di kebun pribadi, dan tanah kebun juga paling kaya bahan organik. Yang paling lambat? Halaman rumput. Ladang sama padang rumput ada di tengah-tengah. Dari semua faktor yang diteliti, yang paling ngaruh itu cara lahannya dipakai, lebih kuat daripada kebanyakan sifat tanah yang diukur.
Jadi halaman rumput yang rapi dan ijo itu... buat cacing ternyata kayak kota mati. 🪱
Eits, cepet hancur belum tentu bagus loh...
Kata salah satu pemimpin proyeknya, di hutan alami, penguraian yang kecepetan malah bisa jadi tanda keseimbangan nutrisinya keganggu. Di kebun juga, celana dalam yang cepet banget lenyap bisa berarti tanahnya kelebihan nutrisi... kebanyakan pupuk kali ya? Tanah yang sehat itu yang seimbang, bukan yang paling rakus.
Emang penting ya?
Penting banget! Ilmuwan memperkirakan lebih dari separuh keanekaragaman hayati dunia hidupnya di bawah tanah, dan jumlahnya lagi menurun di mana-mana. Kita jarang mikirin karena gak keliatan... padahal dari situlah makanan kita tumbuh.
Bagian yang paling saya s**a: sekitar 240 relawan ikut dicantumkan sebagai penulis di makalah ilmiahnya. Orang biasa, modal celana dalam sama sekop, ikut nulis sains... keren gak tuh?!
STAY CURIOUS 🌱
📚 Sumber: Bender dkk., Plants, People, Planet (2026); University of Zurich via ScienceDaily.