14/09/2024
Saya mengambil jalan terbalik dari kebanyakan perintis karir, semisalnya ikan berenang mengikuti arus air, saya malah terbalik, memilih jalan yang paling sulit.
Setelah berkelut di dunia sourcing & trading sejak 2005 selama 13 tahun penuh, dengan dobrakan ekspor cangkang sawit 11000 ton dari Belawan ke Guangzhou, saya mendapat kesempatan menjalani bidang plastic injection molding, yang diawali dengan mold bolpen.
Bisnis dengan orang China gampang atau sulit? Ya gampang kalau pemikiran mereka sejalan dengan kita. Maaf, kebanyakan owner perusahaan itu dimulai dari nol, kurang pendidikan, hanya berdasarkan dua tangan. Mereka merasakan hanya mereka yang mengerti teknik, orang lain hanya cupu atau tidak tahu sama sekali. Bahkan terkadang orang yang bisa Mandarin (super bagus, bukan Mandarin Hokkian dll) komunikasi dengan mereka pun kadang bisa kesel setengah mati. Prinsip mereka masih s**a s**a gua lah!
Di tahun 2018 saya mendengar sepatah kata dari customer saya : Mau gede? Ya harus resmi dulu! Begitulah kira2 ucapannya. Awalnya saya tidak begitu mengerti. Seiring dengan makin ketatnya proses ekspor impor di China maupun Indonesia, saya melihat ucapan ini ada benarnya. Mau gede? Harus kuat dulu! Mau dapat customer gede? Perkuat diri sendiri maka mereka akan datang sendiri! Tidak perlu dengan imbalan duit besar hanya untuk masuk supplier list.
Nov 2018, saya harus maju selangkah. Maka Fanstar Dongguan Smart Technology Co., Ltd. pun muncul. Demi komitmen kepada customer saya yang sebagian besar di Indonesia, saya harus bisa membuktikan kalau orang Indonesia pun sanggup bertahan di China, dan mengembangkan bisnisnya sendiri.
Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan. Covid-19 datang dengan manis, sebelum saya siap. Mar 2020 Indonesia mulai dijarah Covid-19 karena persiapan kurang matang dan anggap remeh oleh YANG BERSANGKUTAN. Order dari Indonesia menurun drastis sampai 0 (zero), yang mana waktu itu 100% order mold dan trading saya semua datang dari Indonesia. Apa yang harus dilakukan? Tutup? Menyerah? No No No!
Sebelum Covid-19, saya selalu tidak setuju bisnis dengan orang China, terutama di bidang plastic injection mold. Mereka sering mencari 1000 alasan supaya tidak bayar duit. Cilaka 12 kan? Akan tetapi, tidak ada pilihan lain, selain mutar haluan ke market China. Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan! Akhirnya kami mendapat banyak customer lokal dan mereka semua bisa ikutin permintaan payment dari kami. Tapi ada juga yang nakal, namun di China itu semua ada hukumnya, kami menang di pengadilan setelah mereka tidak mau membayar sisa payment mold bahkan sudah dipakai produksi dan dijual ke customer mereka.
Saya mengira Covid-19 itu seperti virus2 sebelumnya, paling banter 3 bulan kelar dah! tidak dinyata tidak disangka bisa sampai 3 tahun. Selama 3 tahun saya tidak tahu bagaimana melewatinya, seakan2 baru terjadi kemaren toh, sangat cepat berlalu! Namun masih untunglah bisnis bisa tetap jalan, walaupun sudah pesimis sekali.
Selama 3 tahun tersebut, saya berpikir, andaikan Covid-19 sudah tidak ada, pabrik saya ini mau bagaimana bersaing dengan maker2 lainnya di China? Apa kelebihan dari saya? Kemudian saya melihat sesuatu hal, untuk pabrik yang selevel dengan saya di China hampir 90% tidak ada ISO9001, kalau adapun pakai beli. Saya harus mendapatkan sertifikat ISO9001 dengan cara yang benar. Sebelumnya saya hanya memakai dokumen2 ISO saja, tidak pernah audit. Dan akhirnya keputusan ini sangat benar sekali, dengan adanya ISO9001 ini saya mendapat customer besar di China.
2023 bagaimana? Dengan darah menetes, perjuangan berat untuk bertahan, saya harus memikirkan berbagai cara untuk bisa fight dengan situasi ekonomi yang memburuk. Saingan2 semua pada banting harga, dengan harga rugi pun mereka bisa terima order, namun perilaku seperti ini sama saja dengan memesan peti mati, akhirnya malah bisa lebih parah lagi. Customer pun pada mikir, oh rupanya harga bisa serendah itu, yang terjadi adalah pasaran rusak total! Namun, saya tetap bertahan. 1 sen duit, 1 sen kualitas. Mau kualitas dan after service bagus? Jangan harap bisa dibeli dengan harga kacang goreng. Hanya customer kecil atau tidak mengerti bidang ini yang selalu mencari barang2 dengan harga rendah, namun akhirnya bakal mati sendiri. Percaya atau tidak?
2024 sudah lewat 9 bulan lebih, dan saya masih disini. Tekad perjuangan di negeri orang tidak pernah padam buat saya. Misi dan Visi jelas, hanya boleh berhasil, tidak boleh gagal! Saya tidak boleh menghancurkan nama dan prestasi selama ini hanya demi duit kecil, transaksi yang tidak normal itu tidak sehat! Saya percaya hanya dengan kualitas baru bisa bertahan, dan tentu saja moral business juga sangat penting. Komitmen harus dijalankan buat customer manapun, baik kecil maupun besar.
Kita lihat 10 tahun ke depan lagi, dimana saya berada?
IF, Dongguan, 14 Sep 2024.