penjaga__hatimu

penjaga__hatimu BASIC COURSE AND PRACTICE

Permanently closed.
30/04/2022
07/12/2020
15/06/2020
Lebih baik
15/05/2020

Lebih baik

Galunk Lumpuh total
24/04/2020

Galunk Lumpuh total

19/04/2020

BOSCH PUMP,,,,CRI And HPCR
Fuel Rail Pressure Sensor dan Pressure Limiter Pada Common Rail
Fuel rail pada EFI-Diesel Common rail dilengkapi dengan fuel rail pressure sensor (Sensor tekanan bahan bakar pada rail) dan pressure limiter (pembatas tekanan). Sesuai dengan kerja system common rail type electronic control fuel injection, fuel rail akan menyimpan dan mempertahankan tekanan tinggi bahan bakar antara supply pump dan injector.
Fuel Rail Pressure Sensor
Fungsi nya adalah untuk mendeteksi tekanan bahan bakar (fuel pressure) di dalam fuel rail dan memberikan signal ke Engine Control Module (ECM). Berdasarkan signal" yang dikirim ini, ECM akan mengontrol tekanan bahan bakar (fuel pressure) di dalam fuel rail melalui fuel rail pressure (FRP) regulator dari supply pump.
FRP sensor dipasangkan pada fuel rail dan tugasnya mendeteksi fuel pressure di dalam fuel rail dengan cara merubah tekanan menjadi voltage signal, dan mengirimkan signal ke ECM. ECM akan memonitor FRP sensor signal voltage. pada saat Fuel rail pressure tinggi (tekanan bahan bakar pada rail tinggi), signal voltage juga tinggi dan saat fuel pressure rendah maka signal voltage juga rendah. ECM akan mengkalkulasi aktual fuel rail pressure (fuel pressure) dari voltage signal dan digunakan hasilnya untuk mengontrol fuel injection.
Pressure limiter
Pressure limiter membebaskan tekanan dengan membuka valve jika terjadi tekanan tinggi yang dihasilkan berlebihan. Valve akan terbuka saat tekanan didalam rail naik kira-kira 220 MPa (32,000 psi), dan akan tertutup kembali saat tekanan bahan bakar turun sampai dengan kira-kira 50 MPa (7,250 psi). Bahan bakar selanjutnya akan dikembalikan ke tangki bahan bakar melalui pressure limiter.
Fuel Rail Pressure (FRP) regulator
Engine Control Module (ECM) mengontrol duty ratio fuel rail pressure (FRP) regulator type linier (lamanya waktu kerja tergantung arus yang bekerja pada FRP regulator), yaitu dalam kaitannya mengontrol jumlah bahan bakar yang di supply ke high pressure plungers. Saat jumlah bahan bakar yang dibutuhkan telah tercapai, tekanan rail akan diturunkan, beban dari supply pump akan dikurangi. Saat arus mengalir ke FRP regulator, variable electromotive force akan dihasilkan sesuai dengan duty ratio, pergerakan solenoid plunger dan perubahan pembukaan fuel passage dan pengaturan jumlah bahan bakar (fuel quantity). Dengan FRP regulator OFF, return spring merenggang, membuka penuh fuel passage dan mengirimkan bahan bakar ke plunger (Full quantity intake dan full quantity discharge). Dengan merubah FRP regulator ON/ OFF, bahan bakar akan di supply dalam jumlah yang sesuai dengan aktual duty ratio, dan bahan bakar ditekan oleh plunger pada supply pump.

COOMMONRAIL SYSTEM (CRI)
Komponen penting dalam system CRI/HPCR adalah Fuel supply pump yang memiliki fungsi sebagai penghasil tekanan tinggi (1200 - 1600 kg/cm2) dan meneruskannya ke common rail.
Komponen utama pada sebuah fuel supply pump diantaranya adalah :
Komponen Mechanical
1. Cam lobe ; sebagai penggerak plunger
2. Feed pump ; sebagai p***a pemberi fuel ke plunger chamber
3. Tappet ; sebagai penerus gerakan cam lobe ke plunger
4. Tappet spring ; sebagai pengembali plunger ke posisi awal ketika cam lobe tidak menekan
5. Plunger & Barrel ; sebagai pembangkit fuel bertekanan tinggi yang diteruskan ke common rail
6. Delivery valve ; sebagai one way valve yang meneruskan fuel tekanan tinggi dari plunger ke common rail
7. Overflow valve ; sebagai pintu kembali fuel dari feed pump ketika tekanan supply sudah tercapai.
Berfungsi untuk membatasi tekanan fuel supplay pada low pressure Circuit.

Komponen Electrical
1. PCV solenoid valve ; sebagai pengatur (electric) tekanan fuel yang dikirimkan ke common rail sesuai signal yang dikirimkan ECU
2. G revolution sensor ; sebagai pembaca urutan cylinder (firing order)

Cara kerja PCV:
A. Saat plunger bergerak turun karena cam lobe tidak mendorong, kondisi PCV valve membuka (solenoid OFF), low pressure fuel masuk kedalam plunger chamber.
B. Saat plunger bergerak ke atas karena terdorong oleh cam lobe, PCV masih tetap membuka (solenoid OFF), fuel hanya terdorong kembali belum terjadi kenaikan pressure.
C. Plunger masih bergerak ke atas dan PCV solenoid mendapatkan arus dari ECU (solenoid ON) maka PCV akan menutup, fuel di plunger chamber terdorong oleh plunger sehingga tekanan naik, mendorong delivery valve membuka dan fuel menuju common rail (dengan timing sesuai discharge amount).
D. Ketika cam lift sudah maksimal maka pluger kembali bergerak turun, PCV valve membuka (solenoid OFF), tekanan fuel di chamber turun, delivery valve akan kembali menutup, pengiriman fuel berakhir dan delivery valve kembali menutup sehingga fuel di common rail tidak kembali.
Proses kerja fuel supply pump ini akan berlangsung secara terus menerus selama engine hidup/bekerja, banyaknya jumlah fuel (quantity) yang dikirimkan supply pump ke common rail akan ditentukan oleh lamanya PCV solenoid di ON kan oleh ECU tentunya disesuaikan dengan kondisi kerja engine.

HIGH PRESSURE COOMMON RAIL SYSTEM (HPCR)
HPCR fuel management system adalah fuel system terbaru untuk Diesel Engine yang banyak dipakai pada produk heavy equipment.
Prinsip kerja engine HPCR sama dengan engine CRI hanya saja ada beberapa perbedaan :
Control full electric
Pembakaran yang lebih baik & powerfull &
Ramah lingkungan (low emmision).

Komponen utama HPCR fuel management system adalah meliputi :
Komponen Mechanical
1. Fuel tank ; sebagai penampung fuel
2. Fuel filter ; sebagai penyaring fuel
3. Feed pump ; sebagai supplier fuel bertekanan rendah (1,5 - 3 kg/cm2) ke supply pump
4. Supply pump ; sebagai penghasil tekanan tinggi (1200 - 1600 kg/cm2)
5. Common rail ; sebagai penampung dan pendistribusi fuel tekanan tinggi
6. Pressure limiter ; sebagai pembatas tekanan fuel maksimal di common rail
7. Injector ; sebagai penyemprot fuel keruang bakar engine

Komponen Electrical
1. PCV solenoid valve ; sebagai pengatur (electric) tekanan fuel yang dikirimkan ke common rail
2. TWV solenoid valve ; sebagai pengatur timing dan jumlah fuel yang disemprotkan injector
3. Ne revolution sensor ; sebagai pembaca putaran engine
4. G revolution sensor ; sebagai pembaca urutan (firing order) engine
5. Common rail pressure sensor ; sebagai pembaca tekanan fuel di common rail
6. Engine controller ; sebagai pengatur utama fuel system
Urutan kerja fuel adalah sbb:
fuel tank-------pre fuel filter------feed pump-----main fuel filter-----fuel supply pump------common rail------injector.
system fuel ini dikontrol full electric dengan input utama dari;
Ne revolution sensor, G revolution sensor dan common rail pressure sensor--------controller------PCV solenoid valve & TWV solenoid valve.
Dengan penggabungan pengontrolan yang mutakhir inilah sehingga proses distribusi fuel serta proses pembakaran pada ruang bakar dapat berlangsung lebih sempurna.

Nama Komponen Sistem CRI & Fungsinya sbb:A. Komponen Bahan bakar diantaranya:1. Fuel tankBerfungsi sebagai penyimpan cad...
19/04/2020

Nama Komponen Sistem CRI & Fungsinya sbb:
A. Komponen Bahan bakar diantaranya:
1. Fuel tank
Berfungsi sebagai penyimpan cadangan solar yang akan di masukan ke dalam mesin saat proses pembakaran.
2. Electric fuel pump
Berfungsi memompa atau menyuplai solar dari tanki ke p***a tekanan tinggi pada mesin.
Saringan kasar dan fuel lever gauge
Berfungsi untuk menyaring kotoran berukuran besar dari solar.
fuel lever gauge berfungsi untuk mendeteksi volume solar didalam tanki
3. Fuel filter
Fungsinya untuk menyaring partikel kotoran yang terbawa oleh aliran solar dan mengendapkan air yang terbawa pada aliran solar.
4. High pressure supplay pump
Untuk menaikkan tekanan bahan bakar solar dari tanki hingga sekitar 160 MPa. P***a ini bekerja secara mekanis mirip seperti sistem bahan bakar konvensional. Namun p***a ini memiliki konstruksi lebih simple. Umumnya p***a ini terletak pada kepala silinder mesin dan terhubung dengan camshaft sebagai penggerak p***a.
P***a ini juga tidak mempedulikan timing seperti pada diesel konvensional, karena p***a ini hanyalah menaikkantekanan bahan bakar. Untuk masalah timing, diatur oleh solenoid pada injector.
5. Fuel rail Common Rail
Fungsi fuel rail adalah untuk mempertahankan bahan bakar dalam tekanan tinggi.

6. Injector

Untuk menyemprotkan bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam ruang bakar mesin dalam bentuk kabut.
Cara kerja sistem CRI
1. Bahan bakar dalam tank akan dialirkan ke fuel filter utk disaring
2. Setelah disaring,solar mengalir ke high pressure supplay pump
3. Didalam high pressure supplay pump solar dip***a dan ditekan masuk kedalam fuel Rail terus menerus hingga menghasilkan tekanan tinggi sesuai yg dibutuhkan
4. Solar juga masuk kedalam injector dlm posisi standby dan siap di injeksikan
5. ECM engine menerima data" dari sensor kemudian menganalisa dan memutuskan injector agar terbuka dgn mengalirkan listrik menuju selenoid.
6. Ketika injector terbuka, maka BB tadi siap di injeksikan kedalam ruang bakar dlm bentuk kabut.
Kelebihan sistem CRI
1. CRI menawarkan peningkatan atomisasi injeksi bahan bakar yg lebih baik dibandingkan sistem konvensional
2. CRI juga memberikan kerja mesin yg lebih akurat sehingga mampu menurunkan konsumsi BB dan membuat gerakan mesin jadi halus
3. Tingkat emisi gas buang yg lebih rendah & ramah lingkungan.
Kekurangan sistem CRI
1. Harga perbaikan dan penggantian part mahal
2. Membutuhkan kualitas solar yg berkualitas
3. Maintenance membutuhkan serius.

B. Komponen Control
Sistem electric control adalah ;
1. Sensor
Sensor.
Fungsi mendeteksi suatu kondisi pada mesin atau obyek lainya sebagai acuan untuk menghitung nilai aktuator.
Diantaranya:
MAF & IAT. Sensor ini terletak pada area filter udara. Fungsinya untuk mendeteksi suhu dan massa udara intake.
MAP Sensor. Berfungsi untuk mendeteksi kevakuman pada intake manifold.
CKP & CMP Sensor. Sensor ini akan mendeteksi kecepatan mesin untuk menentukan timing dan RPM mesin.
Knock Sensor. Berfungsi untuk mendeteksi engine knocking pada mesin.
Fuel rail pressure sensor Fungsinya untuk mendeteksi tekanan fuel rail.
ECT Sensor. Sensor yang berfungsi mendeteksi suhu mesin melalui air pendingin.
App Sensor. Sensor yang terletak pada pedal gas untuk mendeteksi berapa dalam pedal gas diinjak oleh pengguna.
2. ECM
ECM (Electronic Control Module) atau ECU (Electronic Control Unit)
Fungsinya sebagai processor utama pada mesin untuk melakukan berbagai perhitungan khususnya menghitung jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam mesin sesuai data sensor yang masuk.
3. Solenoid Actuator
Berfungsi untuk menggerakan noozle didalam injektor terletak didalam injektor yang dikendalikan oleh ECM.

Komponen CRI & fungsinya
1. Tanki bahan bakar
Berfungsi untuk menyimpan bahan bakar.
2. Filter bahan bakar
Berfungsi untuk menyaring pertikel kotoran yang ikut terbawa oleh bahan bakar.
3. Supply pump
Fungsi utama adalah untuk menhisap bahan bakar dari dalam tanki, menaikkan tekanannya sampai maksimal 160 Mpa, dan dikirimkan ke komponen common rail. Didalam supply pump sendiri terdapat beberapa komponen, seperti plunyer, check valve, cam ring, suction control valve (SCV), dan sensor temperature bahan bakar. SCV mempunyai peran penting untuk mengatur volume bahan bakar yang dinaikkan tekanannya. SCV ini semacam katup solenoid, dimana pembukaannya dikontrol secara optimal oleh ECU, berdasarkan tekanan yang ada di dalam common rail.
Sensor temperature bahan bakar berfungsi untuk mendeteksi temperature bahan bakar.
4. Common rail
Common rail adalah semacam p**a yang berisi bahan bakar bertekanan tinggi dari supply pump untuk dikirimkan ke masing-masing injektor.
Bagian common rail
Fuel pressure sensor berfungsi untuk mendeteksi tekanan tinggi di dalam common rail, dan mengirimkannya ke ECM.
Pressure limiter untuk membatasi tekanan maksimal pada common rail. JIka ada kegagalan pada sistem CRI yang menyebabkan tekanan di dalam p**a common rail naik sampai batas maksimal, pressure limiter akan membuka untuk menurunkan tekanan tinggi tersebut, dan solar dialirkan kembali ke tanki. Pressure limiter bekerja secara mekanis berdasarkan kekuatan pegas.
Pada beberapa model, di bagian CRI terdapat pressure Discharge Valve Untuk mengatur tekanan di dalam p**a common rail sesuai settingan ECM. Jika tekanan actual melebihi tekanan target pada common rail, ECM memberikan sinyak ke pressure discharge valve untuk menurunkan tekanan bahan bakar dengan cara membocorkan kembali ke tanki bahan bakar.
Menu

Komponen common rail dan fungsinya
1. Tanki bahan bakar Untuk menyimpan bahan bakar dan digunakan selama berkendara.
2. Filter bahan bakar Untuk menyaring pertikel kotoran yang ikut terbawa oleh bahan bakar. Pada rakitan filter bahan bakar, terdapat water sedimenter untuk memisahkan air yang ikut terbawa bahan bakar/ solar bersasarkan berat jenisnya. Air dengan berat jenis lebih besar dari solar akan terpisah dibawah solar. Pada beberapa model dilengkapi dengan sensor / switch untuk mendeteksi jika filter dalam kondisi tersumbat.
3. Supply pump Untuk menhisap bahan bakar dari dalam tanki, menaikkan tekanannya sampai maksimal 160 Mpa, dan dikirimkan ke komponen common rail. Didalam supply pump sendiri terdapat beberapa komponen, seperti plunyer, check valve, cam ring, suction control valve (SCV), dan sensor temperature bahan bakar. SCV mempunyai peran penting untuk mengatur volume bahan bakar yang dinaikkan tekanannya. SCV ini semacam katup solenoid, dimana pembukaannya dikontrol secara optimal oleh ECU, berdasarkan tekanan yang ada di dalam common rail.
Sensor temperature bahan bakar berfungsi untuk mendeteksi temperature bahan bakar / solar. Nilai pembacaan sensor ini digunakan sebagai koreksi penentuan volume injeksi.
4. Common rail Adalah semacam p**a yang berisi bahan bakar bertekanan tinggi dari supply pump untuk dikirimkan ke masing-masing injektor. Desain dari p**a common rail cukup tebal agar mampu menahan tekanan tinggi bahan bakar. Di bagian common rail terdapat sebuah sambungan p**a dari supply pump, dan 4 sambungan p**a ke injektor (pada mesin 4 silinder). Pada ujung common rail terdapat fuel pressure sensor. Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi tekanan tinggi di dalam common rail, dan mengirimkannya ke Engine ECU. Pada ujung yang lain terdapat pressure limiter, berfungsi untuk membatasi tekanan maksimal pada common rail. JIka ada kegagalan pada sistem common rail, yang menyebabkan tekanan di dalam p**a common rail naik sampai batas maksimal, pressure limiter akan membuka untuk menurunkan tekanan tinggi tersebut, dan solar dialirkan kembali ke tanki. Pressure limiter bekerja secara mekanis berdasarkan kekuatan pegas.
Pada beberapa model, di bagian common rail terdapat pressure discharge valve yang berfungsi untuk mengatur tekanan di dalam p**a common rail berdasar target tekanan yang diseting oleh Engine ECU. Jika tekanan actual melebihi tekanan target pada common rail, Engine ECU memberikan sinyak ke pressure discharge valve untuk menurunkan tekanan bahan bakar dengan cara membocorkan kembali ke tanki bahan bakar.
5. Injektor Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar, berdasarkan sinyal dari ECM. Tegangan sampai max 150 V DC, sehingga dibutuhkan komponen bernama EDU
6. Engine ECM Untuk mengatur tekanan commonrail, mengatur volume dan timing injeksi, putaran idle dan sistem lainya berdasarkan sinyal yang dikirimkan dari berbagai sensor.
7. EDU (electronic drive unit) Untuk meneruskan sinyal injeksi yang dikirimkan Engine ECM ke injektor. Didalam internal sircuit EDU terdapat mekanisme penaikan tegangan dari 12 V DC menjadi teganan tinggi (max 150 DC).
8. P**a tekanan tinggi Untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari supply pump ke p**a common rail, dan dari p**a CRI ke tiap" injektor.

BOSCH PUMP
A. BOSCH PUMP Berfungsi menekan bahan bakar solar dari tangki ke nozzle untuk dikabutkan di ruang bakar.
B. Fungsi p***a injeksi bahan bakar P***a injeksi bahan bakar (Fuel Injection Pump) berfungsi untuk mensuplai bahan bakar ke ruang bakar melalui nozzle dengan tekanan tinggi (max 300 kg/cm2).
C. Jenis P***a injeksi Bahan Bakar ada 2 klasifikasi sbb:
1. P***a Injeksi Tipe In-line

Type ini mempunyai jumlah mekanisme kompresi bahanbakar yang sama dengan jumlah silinder, p***a injeksi segaris bekerja sesuaidengan urutan injeksi yang ditentukan camshaft.

2. P***a injeksi type distributor
Type ini (p***a VE) hanya mempunyai satu mekanisme kompresi bahan bakar, distributor p***a injeksi memiliki mekanisme distribusi bahan bakar yang akan mendistribusikan bahan bakar bertekanan ke tiap silinder sesuai dengan urutan injeksi.
Fungsi Komponen Utama P***a Injeksi Tipe Distributor (VE)
1.P***a penyalur (feed pump) : Berfungsi untuk menghisap bahanbakar dari tangki dan menekannya ke dalam ruang p***a injeksi.
2.Katup pengatur tekanan : Berfungsi untuk membatasi tekanan maksimum bahan bakar yang dihasilkan oleh p***a penyalur kedalam ruang p***a sesuai dengan putaran mesin.
3.Katup kelebihan aliran bahan bakar (over flow valve) : Berfungsiuntuk mengembalikan kelebihan bahan bakar yang berada di ruang p***a untuk dikembalikan ke tangki bahan bakar.
4.Spunger : Befungsi untuk mempertahankan tekanan bahan bakar didalam ruang p***a karena lubang pembuangan kecil, mengatur pembuangan udara secara otomatis, dan mengatur aliran solar untuk pendinginan p***a.
5.Plunger : Berfungsi untuk mendistribusikan bahan bakar sesuai denganFO mesin.
6.Plat nok (cam plate) : Berfungsi untuk menekan plunger agar plunger bergerak maju sehingga menghasilkan tekanan tinggi pada bahan bakar dan sekaligus bahan bakar yang ditekan disalurkan untuk didistribusikan ke tiap silinder sesuai FO.
7.Governor mekanik (mechanical governor) : Berfungsi untuk mengaturjumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar.
8.Pewaktu otomatis (automatic timer) : Berfungsi untuk mengatur saatinjeksi (injection timing) yang bekerja menurut tekanan bahan bakar.
9.Selonoid pemutus bahan bakar (fuel cut – off solenoid) : Berfungsiuntuk menutup aliran bahan bakar ke dalam elemen p***a.
10.Katup penyalur (delivery valve) : Berfungsi mencegah bahan bakardari dalam p**a tekanan tinggi masuk ke dalam ruang elemen p***a dan mengisap sisa bahan bakar dari injektor pada akhir injeksi.

Address

Banjarbaru
70714

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when penjaga__hatimu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to penjaga__hatimu:

Share

Category