19/04/2020
Nama Komponen Sistem CRI & Fungsinya sbb:
A. Komponen Bahan bakar diantaranya:
1. Fuel tank
Berfungsi sebagai penyimpan cadangan solar yang akan di masukan ke dalam mesin saat proses pembakaran.
2. Electric fuel pump
Berfungsi memompa atau menyuplai solar dari tanki ke p***a tekanan tinggi pada mesin.
Saringan kasar dan fuel lever gauge
Berfungsi untuk menyaring kotoran berukuran besar dari solar.
fuel lever gauge berfungsi untuk mendeteksi volume solar didalam tanki
3. Fuel filter
Fungsinya untuk menyaring partikel kotoran yang terbawa oleh aliran solar dan mengendapkan air yang terbawa pada aliran solar.
4. High pressure supplay pump
Untuk menaikkan tekanan bahan bakar solar dari tanki hingga sekitar 160 MPa. P***a ini bekerja secara mekanis mirip seperti sistem bahan bakar konvensional. Namun p***a ini memiliki konstruksi lebih simple. Umumnya p***a ini terletak pada kepala silinder mesin dan terhubung dengan camshaft sebagai penggerak p***a.
P***a ini juga tidak mempedulikan timing seperti pada diesel konvensional, karena p***a ini hanyalah menaikkantekanan bahan bakar. Untuk masalah timing, diatur oleh solenoid pada injector.
5. Fuel rail Common Rail
Fungsi fuel rail adalah untuk mempertahankan bahan bakar dalam tekanan tinggi.
6. Injector
Untuk menyemprotkan bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam ruang bakar mesin dalam bentuk kabut.
Cara kerja sistem CRI
1. Bahan bakar dalam tank akan dialirkan ke fuel filter utk disaring
2. Setelah disaring,solar mengalir ke high pressure supplay pump
3. Didalam high pressure supplay pump solar dip***a dan ditekan masuk kedalam fuel Rail terus menerus hingga menghasilkan tekanan tinggi sesuai yg dibutuhkan
4. Solar juga masuk kedalam injector dlm posisi standby dan siap di injeksikan
5. ECM engine menerima data" dari sensor kemudian menganalisa dan memutuskan injector agar terbuka dgn mengalirkan listrik menuju selenoid.
6. Ketika injector terbuka, maka BB tadi siap di injeksikan kedalam ruang bakar dlm bentuk kabut.
Kelebihan sistem CRI
1. CRI menawarkan peningkatan atomisasi injeksi bahan bakar yg lebih baik dibandingkan sistem konvensional
2. CRI juga memberikan kerja mesin yg lebih akurat sehingga mampu menurunkan konsumsi BB dan membuat gerakan mesin jadi halus
3. Tingkat emisi gas buang yg lebih rendah & ramah lingkungan.
Kekurangan sistem CRI
1. Harga perbaikan dan penggantian part mahal
2. Membutuhkan kualitas solar yg berkualitas
3. Maintenance membutuhkan serius.
B. Komponen Control
Sistem electric control adalah ;
1. Sensor
Sensor.
Fungsi mendeteksi suatu kondisi pada mesin atau obyek lainya sebagai acuan untuk menghitung nilai aktuator.
Diantaranya:
MAF & IAT. Sensor ini terletak pada area filter udara. Fungsinya untuk mendeteksi suhu dan massa udara intake.
MAP Sensor. Berfungsi untuk mendeteksi kevakuman pada intake manifold.
CKP & CMP Sensor. Sensor ini akan mendeteksi kecepatan mesin untuk menentukan timing dan RPM mesin.
Knock Sensor. Berfungsi untuk mendeteksi engine knocking pada mesin.
Fuel rail pressure sensor Fungsinya untuk mendeteksi tekanan fuel rail.
ECT Sensor. Sensor yang berfungsi mendeteksi suhu mesin melalui air pendingin.
App Sensor. Sensor yang terletak pada pedal gas untuk mendeteksi berapa dalam pedal gas diinjak oleh pengguna.
2. ECM
ECM (Electronic Control Module) atau ECU (Electronic Control Unit)
Fungsinya sebagai processor utama pada mesin untuk melakukan berbagai perhitungan khususnya menghitung jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam mesin sesuai data sensor yang masuk.
3. Solenoid Actuator
Berfungsi untuk menggerakan noozle didalam injektor terletak didalam injektor yang dikendalikan oleh ECM.
Komponen CRI & fungsinya
1. Tanki bahan bakar
Berfungsi untuk menyimpan bahan bakar.
2. Filter bahan bakar
Berfungsi untuk menyaring pertikel kotoran yang ikut terbawa oleh bahan bakar.
3. Supply pump
Fungsi utama adalah untuk menhisap bahan bakar dari dalam tanki, menaikkan tekanannya sampai maksimal 160 Mpa, dan dikirimkan ke komponen common rail. Didalam supply pump sendiri terdapat beberapa komponen, seperti plunyer, check valve, cam ring, suction control valve (SCV), dan sensor temperature bahan bakar. SCV mempunyai peran penting untuk mengatur volume bahan bakar yang dinaikkan tekanannya. SCV ini semacam katup solenoid, dimana pembukaannya dikontrol secara optimal oleh ECU, berdasarkan tekanan yang ada di dalam common rail.
Sensor temperature bahan bakar berfungsi untuk mendeteksi temperature bahan bakar.
4. Common rail
Common rail adalah semacam p**a yang berisi bahan bakar bertekanan tinggi dari supply pump untuk dikirimkan ke masing-masing injektor.
Bagian common rail
Fuel pressure sensor berfungsi untuk mendeteksi tekanan tinggi di dalam common rail, dan mengirimkannya ke ECM.
Pressure limiter untuk membatasi tekanan maksimal pada common rail. JIka ada kegagalan pada sistem CRI yang menyebabkan tekanan di dalam p**a common rail naik sampai batas maksimal, pressure limiter akan membuka untuk menurunkan tekanan tinggi tersebut, dan solar dialirkan kembali ke tanki. Pressure limiter bekerja secara mekanis berdasarkan kekuatan pegas.
Pada beberapa model, di bagian CRI terdapat pressure Discharge Valve Untuk mengatur tekanan di dalam p**a common rail sesuai settingan ECM. Jika tekanan actual melebihi tekanan target pada common rail, ECM memberikan sinyak ke pressure discharge valve untuk menurunkan tekanan bahan bakar dengan cara membocorkan kembali ke tanki bahan bakar.
Menu
Komponen common rail dan fungsinya
1. Tanki bahan bakar Untuk menyimpan bahan bakar dan digunakan selama berkendara.
2. Filter bahan bakar Untuk menyaring pertikel kotoran yang ikut terbawa oleh bahan bakar. Pada rakitan filter bahan bakar, terdapat water sedimenter untuk memisahkan air yang ikut terbawa bahan bakar/ solar bersasarkan berat jenisnya. Air dengan berat jenis lebih besar dari solar akan terpisah dibawah solar. Pada beberapa model dilengkapi dengan sensor / switch untuk mendeteksi jika filter dalam kondisi tersumbat.
3. Supply pump Untuk menhisap bahan bakar dari dalam tanki, menaikkan tekanannya sampai maksimal 160 Mpa, dan dikirimkan ke komponen common rail. Didalam supply pump sendiri terdapat beberapa komponen, seperti plunyer, check valve, cam ring, suction control valve (SCV), dan sensor temperature bahan bakar. SCV mempunyai peran penting untuk mengatur volume bahan bakar yang dinaikkan tekanannya. SCV ini semacam katup solenoid, dimana pembukaannya dikontrol secara optimal oleh ECU, berdasarkan tekanan yang ada di dalam common rail.
Sensor temperature bahan bakar berfungsi untuk mendeteksi temperature bahan bakar / solar. Nilai pembacaan sensor ini digunakan sebagai koreksi penentuan volume injeksi.
4. Common rail Adalah semacam p**a yang berisi bahan bakar bertekanan tinggi dari supply pump untuk dikirimkan ke masing-masing injektor. Desain dari p**a common rail cukup tebal agar mampu menahan tekanan tinggi bahan bakar. Di bagian common rail terdapat sebuah sambungan p**a dari supply pump, dan 4 sambungan p**a ke injektor (pada mesin 4 silinder). Pada ujung common rail terdapat fuel pressure sensor. Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi tekanan tinggi di dalam common rail, dan mengirimkannya ke Engine ECU. Pada ujung yang lain terdapat pressure limiter, berfungsi untuk membatasi tekanan maksimal pada common rail. JIka ada kegagalan pada sistem common rail, yang menyebabkan tekanan di dalam p**a common rail naik sampai batas maksimal, pressure limiter akan membuka untuk menurunkan tekanan tinggi tersebut, dan solar dialirkan kembali ke tanki. Pressure limiter bekerja secara mekanis berdasarkan kekuatan pegas.
Pada beberapa model, di bagian common rail terdapat pressure discharge valve yang berfungsi untuk mengatur tekanan di dalam p**a common rail berdasar target tekanan yang diseting oleh Engine ECU. Jika tekanan actual melebihi tekanan target pada common rail, Engine ECU memberikan sinyak ke pressure discharge valve untuk menurunkan tekanan bahan bakar dengan cara membocorkan kembali ke tanki bahan bakar.
5. Injektor Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar, berdasarkan sinyal dari ECM. Tegangan sampai max 150 V DC, sehingga dibutuhkan komponen bernama EDU
6. Engine ECM Untuk mengatur tekanan commonrail, mengatur volume dan timing injeksi, putaran idle dan sistem lainya berdasarkan sinyal yang dikirimkan dari berbagai sensor.
7. EDU (electronic drive unit) Untuk meneruskan sinyal injeksi yang dikirimkan Engine ECM ke injektor. Didalam internal sircuit EDU terdapat mekanisme penaikan tegangan dari 12 V DC menjadi teganan tinggi (max 150 DC).
8. P**a tekanan tinggi Untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari supply pump ke p**a common rail, dan dari p**a CRI ke tiap" injektor.
BOSCH PUMP
A. BOSCH PUMP Berfungsi menekan bahan bakar solar dari tangki ke nozzle untuk dikabutkan di ruang bakar.
B. Fungsi p***a injeksi bahan bakar P***a injeksi bahan bakar (Fuel Injection Pump) berfungsi untuk mensuplai bahan bakar ke ruang bakar melalui nozzle dengan tekanan tinggi (max 300 kg/cm2).
C. Jenis P***a injeksi Bahan Bakar ada 2 klasifikasi sbb:
1. P***a Injeksi Tipe In-line
Type ini mempunyai jumlah mekanisme kompresi bahanbakar yang sama dengan jumlah silinder, p***a injeksi segaris bekerja sesuaidengan urutan injeksi yang ditentukan camshaft.
2. P***a injeksi type distributor
Type ini (p***a VE) hanya mempunyai satu mekanisme kompresi bahan bakar, distributor p***a injeksi memiliki mekanisme distribusi bahan bakar yang akan mendistribusikan bahan bakar bertekanan ke tiap silinder sesuai dengan urutan injeksi.
Fungsi Komponen Utama P***a Injeksi Tipe Distributor (VE)
1.P***a penyalur (feed pump) : Berfungsi untuk menghisap bahanbakar dari tangki dan menekannya ke dalam ruang p***a injeksi.
2.Katup pengatur tekanan : Berfungsi untuk membatasi tekanan maksimum bahan bakar yang dihasilkan oleh p***a penyalur kedalam ruang p***a sesuai dengan putaran mesin.
3.Katup kelebihan aliran bahan bakar (over flow valve) : Berfungsiuntuk mengembalikan kelebihan bahan bakar yang berada di ruang p***a untuk dikembalikan ke tangki bahan bakar.
4.Spunger : Befungsi untuk mempertahankan tekanan bahan bakar didalam ruang p***a karena lubang pembuangan kecil, mengatur pembuangan udara secara otomatis, dan mengatur aliran solar untuk pendinginan p***a.
5.Plunger : Berfungsi untuk mendistribusikan bahan bakar sesuai denganFO mesin.
6.Plat nok (cam plate) : Berfungsi untuk menekan plunger agar plunger bergerak maju sehingga menghasilkan tekanan tinggi pada bahan bakar dan sekaligus bahan bakar yang ditekan disalurkan untuk didistribusikan ke tiap silinder sesuai FO.
7.Governor mekanik (mechanical governor) : Berfungsi untuk mengaturjumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar.
8.Pewaktu otomatis (automatic timer) : Berfungsi untuk mengatur saatinjeksi (injection timing) yang bekerja menurut tekanan bahan bakar.
9.Selonoid pemutus bahan bakar (fuel cut – off solenoid) : Berfungsiuntuk menutup aliran bahan bakar ke dalam elemen p***a.
10.Katup penyalur (delivery valve) : Berfungsi mencegah bahan bakardari dalam p**a tekanan tinggi masuk ke dalam ruang elemen p***a dan mengisap sisa bahan bakar dari injektor pada akhir injeksi.