22/11/2021
RIDHOLAH DENGAN MARGIN YANG KECIL
Suatu hari seseorang pernah bertanya kepada Abdurrahman bin Auf -radhiallahu anhu-, "Apa kiat-kiat anda hingga bisa sekaya ini..?
Abdurrahman bin Auf menjawab, "Aku selalu ridho dengan keuntungan yang sedikit". .
Mungkin pernyataan itu terkesan aneh awalnya dan saya sering mengalami salah satu kelemahan UKM2 dan pedagang dipasar tradisional yang menjual barang misalkan baju, celana dsb 2x bahkan 3x lipat lebih mahal diawal, sehingga meskipun kita menwar setengah harga setelah kita cek di Mall, supermarket yang hargax sudah berbandrol ternyta masih lebih mahal juga. Efeknya apa?
Pertama, Kita merasa tertipu dankecewa Kedua pelanggan jadi malas belanja di tempat para pedagang tradisional tersbt..apalagi fasilitas Mall yang jelas jauh lebih nyaman ruang ber Ac, harga bersaing, sering ada diskon dsb..belum mereka bisa skaligus rekreasi klg karena bisa nonton bioskop, anak bermain, karaoke, pijit terapis dsb. Inilah mengapa UKM kita sulit bersaing dengan pemain besar dan warga keturunan. Saya dlu salut dgn pedagang keturunan, ketika calon pembeli menanyakan barang yang akan mrk beli dijawab selalu ada..tapi belum tentu ada di toko mrk..krn tenyta dgn bahasa "planet" mrk menlpn teman ssm mrk yang punya stock barang yg mrk inginkan..hargax pun fix sulit ditawar tapi tidak mahal dan murah..ini pelajaran pentingx kekuatan "berjamaah" sesama pengusaha..meskipun mungkin margin mereka kecil, tapi mereka mengejar quantity produk dan market sehingga pelangganx banyak akhirnya nominalnya pun besar dan lebih kontinue..
Jadi belajrlah dari beliau Abdurrahman bin auf salah satu pengusaha muslim paling sukses di jaman beliau dalam menjalankan usaha, bukan besarnya margin keuntungan tapi yang paling penting sisi manfaat dan keberkahan rezeki yang kita peroleh bukan besarnya keuntungan. Banyak orang yang keuntungannya sedikit, namun Allah memasukkan kekayaan lain di dalam hatinya.
Sebaliknya, banyak orang yang keuntungannya banyak, namun Allah mencabut keberkahan dari hartanya, sehingga betapapun banyaknya harta yang ia miliki, dia tidak akan pernah merasa puas dan cukup dengan anugerah tersebut bahkan akhirnya costumernya banyak yang kecewa dan beralih ke penjual lain yang lebh bersaing dari harga dan servicenya..
Bila anda seorang pengusaha, pilihlah harga yang masuk akal untuk barang dagangan anda. Jangan memanfaatkan hajat orang lain demi mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya.
Ingat, siapa yang memudahkan orang lain dalam urusan dunia, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.
Dan siapa yang menyulitkan orang lain, maka hidupnya akan dipersulit, karena balasan sesuai dengan perbuatan, sebagaimana kamu berbuat, begitulah kamu akan diperlakukan. Bahkan dikwatirkan apabila dia selalu menyulitkan orang lain, maka do'a-do'a yang tak tertolak dari mereka yang merasa terdzolimi itu akan menimpanya.
Karena Allah tidak pernah lalai dari perbuatan hamba-hamba--Nya.
Buktikan pengusaha2 muslim bisa bersaing, bangkit dan berdaya di negeri sndiri...
&akhirat
M. Amran Hadianto
CEO PT. TSP