09/12/2021
Teruslah merasa yang paling benar,
terus2lah mempertuankan ego kebenaran sebagai tuan rumahmu,
kalau itu bisa membuatmu puas,
merasa paling sok benar,
sok suci sehingga akan menutupi kemungkinan persepsi dari kawan2mu yang tidak sefrekvensi dan yang paling kamu benci "mungkin' bisa jadi benar.
Semesta kadang s**a main teka-teki, senang main petak umpet seperti masa kanak-kanak mencandai manusia agar hidup nature alami.
Kadang kehidupan ini tak seserius prasangkamu, prasangka kita semua.
Banyak peristiwa dan kejadian terjadi di dalam kehidupan ini yang tidak kita s**ai, yang tak bisa di senangi tapi baik bagi alam kehidupan.
Banyaknya persoalan dalam semesta raya ini bukanya menjadi hikmah pengajaran untuk bisa lebih sedikit saja menahan diri,
merenung kalau bisa ato syukur2 mau taffakur, refleksi diri.
Sampai kapan akan terusan menyalahkan.
Bagaimana misalnya logikamu dibalik?!
"Panjenengan ingkang leres, kulo seng luput mas, kang, mbak, sepuntene seng kathah ngehh!!" (Anda yg benar, saya yang salah!!)
Mikro cosmos - makro cosmos,
jagad cilik - jadad gede.
Di dalam siang ada malam begitupun sebaliknya di ciptakanNya semua saling berpasang-pasangan,
namum kita sudah terbiasa saling bermusuhan, sudah terlanjur menikmati
di bentur2kan, diadu dipertandingkan.
Muncul pertanyaan mau sampai kapan!!?
Sebuah drama orkestra perjalanan kehidupan yang tidak akan pernah ada ujung dan batasanya, jika tak mau menyelami, menyadari kelemahan, kekurangan serta keterbatasan diri.
Meski sudah hafal secara teori,
rata-rata umum dan kebanyakan orang itu mudah sekali lupa bahwa kadang tidak tau itu juga baik untuk kehidupan bt kesehatan jiwa raga dan semesta.
Petronarwastu 09 Desember 2021
Doa Nada puisi alam raya!!