03/08/2017
SEPTIC TANK
Membangun rumah tinggal atau bangunan apapun yang dihuni manusia dan memiliki toilet/kakus/WC, akan membutuhkan apa yang dinamakan : "Septic Tank".
Bangunan itu tidak hanya seperti apa bentuknya, warna dindingnya, lantainya seperti apa, dan lain sebagainya. Septic tank adalah komponen yang sangat penting yang tidak boleh dilupakan. Merupakan bagian penting dari pembuangan limbah kotoran manusia.
JENIS SEPTIC TANK
Ada beberapa jenis septic tank, namun jenis yang dianjurkan, aman dan sering digunakan ada dua jenis, yaitu : jenis tertutup dan jenis terbuka.
Di pedesaan Indonesia, masih banyak yang menggunakan septic tank terbuka, yaitu hanya dengan menggali lubang seperti sumur yang ditutupi kayu atau bambu. Bila sudah penuh, lubang tersebut diurug tanah dan kemudian membuat lobang lain yang baru. Demikian seterusnya. Hal tersebut hampir tidak mungkin dilakukan di perkotaan.
Septic tank jenis tertutup, yaitu seluruh bagian atas ditutup dengan cor beton bertulang dan lantainya juga dilapisi dengan adukan semen, kecuali pada bagian ruang resapan. Septic tank tertutup sangat cocok digunakan pada rumah dengan lahan yang sempit, misalnya di lokasi perumahan.
Saat ini tersedia juga septic tank buatan pabrik yang sudah jadi dan tinggal ditanam di lokasinya saja. Diklaim oleh produsennya bahwa septic tank jenis ini tidak akan pernah penuh dan air limpahannya sudah bersih, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak beracun. Perawatannya hanya dengan memasukkan tablet khusus yg berfungsi sebagai bakteri pengurai setiap 6 bulan sekali.
Jarak septic tank dari bangunan sebaiknya tidak terlalu jauh. Sedangkan jaraknya ke sumur/sumber air bersih tidak boleh kurang dari 10 meter dan jarak ke resapan air hujan tidak kurang dari 5 meter. Untuk rumah dengan lahan yang kecil, hal ini sering menyulitkan. Keuntungannya menggunakan septic tank buatan pabrik, hal ini tidak perlu dilakukan, karena septic tank ini tidak mencemari tanah sekitarnya dan air buangan sudah bersih.