PT Bionas Energi Indonesia

PT Bionas Energi Indonesia Penghemat Fossil Fuel mencapai 20% - 30% instan dan mereduksi 78-90% emisi Carbon, melalui Fuel Additive with Nano-Emulsion and Polarization Technology

Polarisasi pada nano technology adalah bentuk "rearranging atom from its original form into something. From one thing to something" kata Ms. Zurina (CEO Bionas) pada saat paparan seminar "Energy Saving Conference" di Gran Melia Hotel, Kuningan, Jakarta pada tanggal 18 Desember 2014. Dalam aplikasi technology ini pada pencampuran air dan bensin yang diperagakan dan telah dibuktikan di 40 negara, ma

ka dapat kita melihat bahwa Air yang mempunyai unsur H2O diatur menjadi H2 dan 1/2 O2. Kita mengetahui bahwa H2 adalah gas yang mudah terbakar seperti balon udara hydrogen zeppelin yang terbakar serta mobil berbahan bakar gas Hydrogen. Oleh karena pada saat pencampuran air ke dalam bensin, dengan technology polarisasi ini, Tidak ada lagi unsur air yang telah terurai nenjadi H2 dan 1/2 O2. Dengan blue chemical test yang pernah dilakukan oleh COPEC, perusahaan minyak asal Chile pada pelayaran perdana Navimag pada bulan juli 2012. Juga pada saat penggunaan campuran ini, hasil kalori yang dihasilkan juga lebih besar karena adanya tambahan pembakaran dari H2 dan adanya unsur tambahan O2 yang membuat pembakaran lebih sempurna. Terlebih lagi, hasil akhir adalah penghematan energy serta turunnya emisi dari gas buang.

Tim Bionas Grup bertemu dengan kementerian BUMN.Dijembatani oleh bpk Mindo Sianipar (komisi anggota DPR RI)Hadir p**a da...
30/01/2015

Tim Bionas Grup bertemu dengan kementerian BUMN.
Dijembatani oleh bpk Mindo Sianipar (komisi anggota DPR RI)
Hadir p**a dari TIm Tata Kelola Migas bpk Darmawan Prasojo.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyampaikan sejumlah tantangan di sek...
27/01/2015

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyampaikan sejumlah tantangan di sektor energi pada parlemen, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, Senin (26/1/215).

Salah satu yang menjadi tantangan besar, menurut Sudirman, adalah soal ketersediaan bahan bakar minyak. “Saat ini impor BBM kita 50 persen. Jika dalam lima tahun ke depan kita tidak melakukan apa-apa, maka impor akan menjadi 70 persen,” ucap Sudirman.

Sudirman lebih lanjut menyatakan, langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah membangun kilang. Selain soal BBM, Sudirman juga menyampaikan tantangan besar lainnya adalah soal elektrifikasi.

Saat ini eleltrifikasi di Indonesia masih amat rendah. Padahal, pemerintah telah menargetkan rasio elektrifikasi pada 2019 mencapai 99 persen. “Tantangan terbesar adalah melakukan elektrifikasi di daerah-daerah terpencil,” imbuh dia.

Sudirman dalam rapat tersebut juga menuturkan, tantangan yang dihadapi di sektor energi saat ini adalah cadangan energi fosil yang makin menurun. Dia menyebut, cadangan minyak bumi Indonesia hanya tinggal 10-12 tahun. Cadangan gas yang dimiliki relatif lebih lama, hanya saja permasalahannya masih sama yakni infrastruktur gas.

Seiring dengan menurunnya cadangan energi fosil, Sudirman menyebutkan tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan porsi energi baru terbarukan. “Yang terakhir adalah kita memiliki tantangan besar dalam menyediakan cadangan strategis. Saat ini Indonesia baru memiliki cadangan operasional, selama 18-20 hari,” ucap dia.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/26/212400726/Tidak.Melakukan.Apa-apa.70.Persen.BBM.RI.Bakal.Diimpor.pada.2019?utm_campaign=popread&utm_medium=bp&utm_source=bisniskeuangan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyampaikan sejumlah tantangan di sektor energi pada parlemen, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, Senin (26/1/215).

Para ilmuwan perminyakan sepakat bahwa minyak bumi dan gas (migas) berasal dari makhluk hidup purbakala. Selain proses p...
27/01/2015

Para ilmuwan perminyakan sepakat bahwa minyak bumi dan gas (migas) berasal dari makhluk hidup purbakala. Selain proses pembentukannya yang lama, sebenarnya tidak semua cadangan migas yang ditemukan bisa dimanfaatkan. Hanya cadangan yang cukup ekonomis untuk dikembangkan, yang akan diangkat ke permukaan sampai menghasilkan penerimaan (revenue).

Pertanyaannya: apakah Indonesia betul-betul kaya minyak? Pertanyaan itu dapat dijawab melalui dua pendekatan. Pertama, dengan membandingkan cadangan minyak yang dimiliki Indonesia dengan negara lain. Kedua, dengan membandingkan cadangan yang dimiliki dan diproduksi dengan tingkat konsumsi. Melalui pendekatan kedua ini akan diketahui tingkat kesinambungan produksi (sustainability) energi minyak bumi di Indonesia.

Cadangan minyak terbukti Indonesia per akhir tahun 2013 berada pada posisi 3,46 miliar barel. Sementara menurut statistik energi dunia yang dipublikasikan oleh perusahaan minyak dunia BP, cadangan minyak terbukti kita adalah sekitar 3,7 miliar barel. Dengan cadangan sebesar ini, publikasi tersebut menempatkan Indonesia pada urutan ke 28 negara-negara penghasil minyak. Jumlah cadangan kita ternyata jauh di bawah Venezuela dengan cadangan 298,3 miliar barel dan Arab Saudi dengan cadangan 265,9 miliar barel. Meskipun ada negara lain yang posisinya di bawah Indonesia, tidak berarti negara itu lebih “miskin” cadangan minyak, karena sesuai dengan pendekatan kedua, bisa jadi ia memiliki tingkat kesinambungan produksi yang lebih tinggi karena konsumsi minyaknya tidak sebesar Indonesia.

Saat ini Indonesia memproduksi sekitar 800,000 barel per hari. Bandingkan dengan dua negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia yaitu Venezuela yang memproduksi 2,73 juta barel per hari, dan Arab Saudi memproduksi sekitar 11,53 juta barel per hari. Apabila tingkat produksi masing-masing negara dibandingkan dengan cadangan terbukti, maka akan terlihat bahwa laju pengurasan minyak di Indonesia jauh lebih tinggi dari negara-negara pemilik cadangan paling besar di dunia.Dengan asumsi tingkat produksi berada pada kisaran saat ini dan tidak ada penemuan cadangan minyak baru, cadangan minyak Indonesia diperkirakan akan habis sekitar 11 tahun ke depan.

Apakah kondisi ini sudah begitu mengkhawatirkan? Tentunya kekhawatiran berlebihan tidak diperlukan, karena cadangan minyak selalu bisa ditingkatkan melalui kegiatan eksplorasi. Kegiatan eksplorasi mensyaratkan investasi yang tinggi sehingga perlu dukungan iklim investasi yang kondusif seperti kelancaran perizinan dan kepastian hukum bagi kegiatan usaha hulu migas.

Selain itu, meskipun cadangan dan produksi minyak menunjukkan penurunan, cadangan dan produksi gas Indonesia memperlihatkan tren positif. Namun, tentu saja butuh keseriusan untuk membangun infrastruktur yang menjadi syarat pemanfaatan gas bumi. Hal lain yang perlu dilakukan adalah mengembangkan sumber energi terbarukan yang sebenarnya sangat melimpah di Indonesia.

Dukungan terhadap kegiatan eksplorasi, pembangunan infrastruktur gas, dan pengembangan energi terbarukan, adalah tiga faktor yang betul-betul harus harus dipikirkan secara serius oleh semua pihak untuk menjaga kesinambungan dan ketahanan energi agar Indonesia terhindar dari krisis energi yang dapat mengancam kelangsungan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

http://skkmigas.mic.ads2.kompas.com/post/43/benarkah.indonesia.kaya.minyak

  Para ilmuwan perminyakan sepakat bahwa minyak bumi dan gas (migas) berasal dari makhluk hidup purbakala. Selain proses pembentukannya yang…

https://www.youtube.com/watch?v=xAms3Q_3pXg
13/01/2015

https://www.youtube.com/watch?v=xAms3Q_3pXg

This video explains Bio fuels and Ethanol, their application, advantages and disadvantages. This is a product of Mexus Education Pvt. Ltd., an education inno...

sebanyak itukah..?
07/01/2015

sebanyak itukah..?

06/01/2015

Negotiations for the new global climate deal are intensifying by the day and governments are convening in Lima, Peru for the last official political negotiations before the Paris Climate Conference in December 2015.

Semua tentang kiprah Bionas di UNEP
04/01/2015

Semua tentang kiprah Bionas di UNEP

The United Nations Environment Programme (UNEP) is the voice for the environment in the United Nations system. It is an advocate, educator, catalyst and facilitator, promoting the wise use of the planet's natural assets for sustainable development.

Cities can help bridge the emissions Gap..
04/01/2015

Cities can help bridge the emissions Gap..

Address

MTH Square
Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PT Bionas Energi Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to PT Bionas Energi Indonesia:

Share