MOYA ALFAHANI adalah air pegunungan yang berasal dari sumber mata air Gunung Pahigeun dan mengandung sejarah saat Penyebaran Islam oleh Mursyid TQN Syeikh Armuddin (wafat di madinah) bin Tubagus Hisyam Cucu ke-6 Syeikh Maulana Mansuruddin (Syeikh Maulana Manshur Cikadueun - Pandeglang). Yang mana pada awalnya, sumber mata air tersebut dipercaya dan digunakan oleh masyarakat sekitarnya mengandung K
EBERKAHAN dan SYIFA MUJARAB. BIIDZNILLAH sumber mata air tersebut bisa menjadi obat dari berbagai macam penyakit. Terutama penyakit kuning (LIVER). Seiring dengan perkembangan zaman dan canggihnya teknologi termasuk alat deteksi kebersihan dan kejernihan air ternyata sumber mata air yang selama ini dipercaya masyarakat sekitar sebagai obat, hasilnya LUAR BIASA DAHSYAT. hasil TDS dari sumber mata air tersebut SEBELUM FILTERISASI ATAU DIPROSES DENGAN MESIN yaitu 44 ppm dan PH 7,4 artinya MOYA ALFAHANI SUDAH LAYAK DIKONSUMSI TANPA HARUS MENGGUNAKAN FILTERISASI. Namun, untuk mengikuti standar prosedur kami megolahnya dengan mesin Alhasil, TDS 5 - 8 ppm untuk air RO dan ph 8+ untuk alkali