21/05/2021
Sebelum munculnya HCFC, Halon, merupakan senyawa kimia yang dulu marak digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran. Halon adalah salah satu dari kelompok senyawa organohalogen yang mengandung bromin dan fluorin serta beberapa karbon. Keefektifan Halon dalam memadamkan api berasal dari sifatnya dalam mengganggu reaksi berantai yang menyebarluaskan proses pembakaran.
Namun, kerena Halon merupakan gas rumah kaca dan berkontribusi terhadap penipisan lapisan ozon di atmosfer, sesuai dengan Perjanjian Montreal (1987), produksi dan konsumsi Halon dihentikan di negara-negara maju pada 1 Januari 2000.
Maka dari itu, dibuatlah inovasi baru media pemadam api yang masih menyerupai Halon namun tetap ramah lingkungan, yaitu HCFC.
Bahan HCFC berbentuk cair ketika masih berada di dalam tabung, kemudian saat disemprotkan akan berubah menjadi gas yang akan memadamkan api dengan cara menghilangkan oksigen dari reaksi segitiga api. Jadi, ketika media HCFC disemprotkan ke area kebakaran, oksigen akan tersedot oleh bahan HCFC dan api secara otomatis padam.
Selain kelas kebakaran A dan B, bahan pemadam api HCFC juga bisa digunakan untuk memadamkan api kelas C karena sifatnya yang non-konduktor, sehingga aman digunakan untuk memadamkan kebakaran karena masalah elektrikal.
Namun, meski termasuk clean agent yang tidak meninggalkan residu dan non-konduktor, ternyata reaksi hydrogen halide yang terjadi saat bahan pemadam api digunakan dapat memicu korosif pada alat-alat elektronik.
Hal lain yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahan pemadam ini adalah tentang ketersediaan udara dan ventilasi dalam ruangan. Karena jika media ini terhirup secara berlebihan akan mengakibatkan penggunanya keracunan. Jadi sangat disarankan menggunakan Breathing Apparatus saat mengaplikasikan HCFC.
Stay safe and helthy, ya!
📝
👨🏾💻