02/07/2014
ESQ Business School Dan Kompetensi Global
Ary Ginanjar – Di era saat ini, persaingan dunia kerja dan usaha semakin ketat. Hal tersebut terjadi karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang pesat yang mengakibatkan arus globalisasi menjadi begitu cepat. Hal itu p**a membuat mobilitas manusia, modal (investasi), dan manusia antar negara begitu bebas. Bagi bangsa Indonesia sendiri, ketatnya persaingan dunia kerja dan usaha akan lebih kompleks dengan adanya Komunitas ASEAN 2015 yang di dalamnya terdapat ASEAN Economic Community (AEC). Dalam AEC akan diberlakukan sistem single market yaitu terbuka untuk melakukan perdagangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja.
ESQ Business School dan Kompetensi Global
Selain itu, pada tahun 2020, Indonesia diperkirakan mengalami fase bonus demografi. Artinya jumlah penduduk usia produktif mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Permasalahan besar kemudian muncul, apakah SDM Indonesia sudah siap untuk bertarung dalam persaingan global? Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam arus globalisasi. Perguruan tinggi dituntut untuk bisa mencetak sumber daya manusia yang berkualitas ssehingga dapat bersaing dengan bangsa lain. “ESQ Business School sebagai perguruan tinggi dengan misi untuk menciptakan generasi unggul yang berbasis entrepreneur dan profesional yang memiliki daya saing global. Atas dasar tersebut ESQ Business School mengembangkan keahlian dengan kompetensi global,” kata CEO ESQ Business School Dwitya Agustina di Menara 165 baru-baru ini.
Hal tersebut, lanjutnya, diwujudkan melalui kerjasama dengan institusi pendidikan internasional seperti ASEAN Learning Network (ALN) dan Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Ditambahkan wanita yang disapa Uwie itu bahwa, ALN merupakan asosiasi perguruan tinggi Asia Tenggara serta Swiss yang bertujuan untuk mengembangkan institusi, dosen maupun mahasiswa masing-masing anggota. “Kerjasama yang terjalin antara ESQ Business School dengan UTM berbentuk pengembangan bersama kedua institusi. Kerjasama tersebut kedepannya akan meliputi pengembangan sumber daya manusia melalui pertukaran tenaga pengajar serta pertukaran mahasiswa dari kedua belah pihak,” paparnya. Selain itu UTM serta ESQ Business School membentuk pelatihan singkat (short course) bagi para professional untuk mengembangkan keahliannya.
Sudah menjadi suatu keharusan sekarang ini dalam menghadapi perdagangan ASEAN dan dunia apabila setiap lulusan dari kampus Business School mempunyai kompetensi lebih di bandingkan dengan kampus yang bukan Business School karena tantangannya berbeda dengan yang biasa, bisa jadi kedepannya bahwa lulusan kampus business school tidak lagi di tuntut untuk bekerja di berbagai perusahaan namun di tuntut untuk membuka perusahaan dan membuka lapangan pekerjaan dengan perusahaan berstandar internasional.
kunjungi Webnya di www.aryginanjar.com