27/04/2026
Rp 90 juta/bulan… dan banyak site masih anggap ini “normal”.
Serius.
Dengan diesel di Rp 30.000/liter,
4 lighting tower bisa habiskan:
Rp 30.000 × 100L × 30 malam
= Rp 90 juta/bulan
= > Rp 1 miliar/tahun
Hanya untuk nyalain lampu.
Pertanyaannya bukan lagi “mahal atau tidak”.
Tapi: kenapa masih 100% diesel?
Di banyak site, ini jarang dipertanyakan.
Karena sudah jadi kebiasaan.
“Memang dari dulu begitu.”
Padahal hari ini, itu artinya:
Setiap kenaikan harga solar → langsung makan margin.
Tanpa kontrol. Tanpa hedge.
Yang mulai berubah:
Beberapa operator sudah tidak lihat lighting sebagai equipment.
Mereka lihat ini sebagai risiko biaya.
Dan mulai shifting ke hybrid lighting tower:
☀️ Solar + 🔋 Battery + ⛽ Diesel (backup saja)
Bukan gimmick.
Di lapangan:
→ Fuel bisa turun 60–80%
→ Refueling jauh lebih jarang
→ Cost jadi lebih predictable
Jadi sebenarnya pilihannya sederhana:
Tetap full diesel → ikut harga pasar
Atau mulai kontrol konsumsi → dan kurangi exposure
Menurut Anda, ini masih “normal cost”… atau sudah saatnya diubah?