11/01/2018
Dalam masyarakat ada paradoks dimana motif ekonomi membuat kita lupa pada kebutuhan kita untuk bersosial. Durkheim tentang kohesi menyepakati bahwa dalam masyarakat yang terintegrasi rasa pusing dan frustasi dapat diminimalisir. Itu alasan kenapa manusia yang dalam keadaan menikah dan beranak-pinak, tengah berperang, primitif atau menganut agama primitif lebih sedikit potensi warganya melakukan su***de.
Benturannya, hidup hari ini kita dicekoki untuk konsumtif, berbelanja dan memiliki uang yang bisa jadi lepas dari kebutuhan berkumpul tersebut. Bukankah intensitas kita bersolidaritas saat ini secara kualitas dan kuantitas jauh menurun daripada masa buyut kita?
Nah, dalam kemodern-an ada jebakan, dan sebaik-baiknya orang adalah yang masih berkumpul dan menegur sapa, merangkul liyan, syukur-syukur secara finansial tak bermasalah.