14/11/2013
ENTREPRENEUR (baca : "enter-prener")
--------------------
JASA VS DAGANG.
--------------------
Jasa merupakan usaha yang mengedepaankan Qualitas dengan tolak ukurnya adalah kepuasan Konsumen. Bukan merupakan usaha dagang yang tolak ukurnya adalah HARGA BARANG, semakin murah barang maka akan memeberikan kepuasan kepada Konsumen.
Mengapa:
Karena Jasa bersumber dari Tekhnik dan Skill dan ditopang oleh Jam Terbang (Penguasaan Tekhnik) yang ditempuh dengan waktu belajar yang cukup lama (Opportunity Cost)r, dan tdk cukup hanya dengan memiliki modal saja. sementara Usaha Dagang bersumber dari akses Kepemilikan modal, yang artinya semakin besar modal yang anda miliki maka akan semakin besar peluang anda untuk menguasai pasar.
PERSAINGAN:
------------------
Sifat persaingan dari keduanyapun sangat berbeda, dimana
USAHA DAGANG akan menimbulkan efek atau dampak PERSAINGAN HARGA, karena seorang pengusaha akan berlomba-lomba untuk menjual sebanyak-banyaknya, guna menghasilkan keuntungan yg besar, dengan cara memberkan harga yg terbaik dan termurah kepada KOnsumen.
Dan sebagai seorang Pegusaha Dagang harusalah memiliki inventasi modal yg cukup besar untuk menguasai pasar.
Sementara USAHA JASA, akan menimbukan efek positif didalam persaingan, dikarenakan untuk menguasai pasar pengusaha akan dan wajib meningkatkan skill/tekhnik dan pengetahuan yg dimilikinya saat ini.
Faktor Modal bukanlah hal yg dominan dalam hal jasa, melainkan KREATIFITAS dari seorang pengusaha yg memegang peranan yg sangat penting, untuk merebut dan menguasai pasar.
EFEK PASAR
----------------
secra umum pasar yang bebas akan menciptakan terjadinya persaingan harga dan dikenal oleh para pengusaha dengan istilah "Harga hancur-hancuran".
Psicology Pasar, merupakan suatu kejadian dimana seorang pengusaha berusaha membuat atau menciptakan suatu keputusan yg berkaitan dengan sikap dan prilaku didalam hal menetukan harga jual atau harga sebuah jasa, berdasarkan informasi-informasi yang didapatkannya.
Psicology Pasar juga dapat menimbulkan efek bagi pungusaha berupa kekawatiran terhadap keberlangsungan usaha yg sedang dijalankannya.
Hal ini lah yang sering terjadi dan banyak terjadi di belahan Dunia manapun, bukan saja di Indonesia.
Dan hal ini pun merupakan hal yang biasa di ciptakan oleh pesaing pasar guna mendapatkan atau merebut pasar yang sudah ada.
KESIMPULAN
------------------
Yakinkan diri anda untuk memilih yang terbaik, apa yang akan anda lakukan, jika anda adalah seorang pengusaha yang bergerak dibidang jasa semisalnya SERVICE LEPTOP, tidak usah kawatir mengenai Efek pasar yang terjadi di kota anda.
Harga Hancur-hancuran bukan hanya terjadi dikota anda, dibelahan dunia lain pun biasa terjadi dan sering terjadi dan bahkan akan terjadi.
Kesimp**an yang bisa anda jadikan patokan adalah:
1. Secara Prinsip tadk ada persaingan harga didalam bidang usaha jasa.
dikarenakan anda tdk menjual barang, melainkan membangun kepusaan konsumen melalui cara kerja yang anda terapkan.
Contoh REAL:
jika ada persaingan harga di bidang jasa, maka Hotel-hotel mewah yg harga sewa kamar dan fasilitasnya juga luar biasa mahalnya, tdk akan pernah ada kalau pun ada tidak akan pernah laku, tapi survei membuktikian, setiap hotel yg menyajikan pelayanan yg maximal akan selalu penuh dan konsumenpun akan bersedia mengantri untuk dapat menginap di hotel tersebut.
2. harga yg tercipta dari usaha jasa merupakan harga REAL, yang artinya HARGA berbanding lurus dengan kepuasan konsumen yang anda ciptakan. Semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen yang anda ciptakan maka akan semakin tinggi p**a nilai harga yang akan tercipta.
3. pengusaha jasa yang terjebak di dalam efek PSICOLOGY PASAR, adalah kategori pengusaha YANG TDK SIAP BERSAING.
Pengusaha yang tdk siap bersaing memiliki berbagai kelemahan:
1. Tingkat skil dan penguasaan tekhnik yang kurang matang atau belom berkembang (Pemula).
2. Tingkat Profesionalisme Pelayanan Customer/Pelanggan yang jauh dibawah rata-rata.
4. Konsumen Rasional, artinya didalam mengambil sebuah keputusan konsumen akan bertindak secara rasional, dan secara umum hanya dua faktor yg mempengaruhi seorang konsumen mengambil suatu keputusan:
1. Nilai dan benefit (keuntungan) dari sebuah barang atau jasa yang didapatkannya
2. Tingkat kepuasan yang didapatkan atau yang akan di rasakan nya.