02/03/2013
Jumat, 18 Februari 2005 PANTURA
Banyak Lulusan SMK Baruna ke Jepang
LETAK gedungnya tak banyak yang mengetahui. Berada di barat lapangan Petarukan. Meski dari jalan raya pantura hanya berjarak 100 meter, posisinya tak mudah terlihat karena terhalang oleh gedung lain. Itulah gambaran letak gedung SMK Baruna Petarukan. Padahal, sekolah pelayaran menengah (SPM) itu sudah mendapatkan pengakuan nasional dan internasional.
Sekolah yang satu-satunya di Kabupaten Pemalang itu para siswanya mudah dikenali. Jika Anda melewati jalan raya pantura dan melihat serombongan pemuda berseragam putih putih dan abu abu bak angkatan laut, merekalah siswa SMK Baruna.
Kepala SMK Baruna Petarukan Sunendro BSc mengungkapkan, kepada semua siswanya dia selalu menanamkan sikap sportif dan menjauhi pengaruh narkoba. Kendati mayoritas siswanya laki-laki, jarang terlibat perkelahian atau tawuran di jalanan. Mereka bahkan cenderung menyelesaikan persoalan dengan prosedur.
''Pernah seorang siswa SMK Baruna dipukuli siswa lain. Mereka lalu berbondong-bondong dengan berbaris rapi mendatangi sekolah siswa itu. Namun, yang terjadi di sana bukan perkelahian massal. Mereka hanya minta siswa yang bersalah ditindak sesuai dengan prosedur,'' ungkap Sunendro.
Sikap kesatria dan disiplin memang ditanamkan sejak dini di SMK Baruna, yakni ketika mereka diterima sebagai siswa. Penanaman kedisiplinan itu sangat penting. Sebab, mereka akan dicetak sebagai pelayar/pelaut yang tangguh. Di samping disiplin, penguasaan bahasa asing seperti Inggris dan Jepang juga penting.
Kerja Sama
Menurut penuturan Sunendro, siswanya sudah banyak yang dikirim ke Jepang. Sebab, perusahaan-perusahaan perkapalan yang bekerja sama dengan pihaknya banyak berasal dari Jepang, antara lain Hotijima, Nichinan Skipjack, Nanggo, Kiingashima, dan Tosa. Jumlah seluruhnya ada 15 perusahaan yang tergabung dalam PT Berjaya Bintang Samudera.
Sejumlah perusahaan tersebut hampir setiap tahun meminta siswa SMK Baruna untuk direkrut bekerja. Terakhir pada 2004 lalu, 150 siswa lulusan SMK Baruna mengikuti tes di Jakarta. Dari jumlah itu, yang berangkat ke Jepang 29 orang.
Seleksi dilakukan sejak dari sekolah. Untuk materi tes di sekolah hanya berupa fisik. Kemudian dilanjutkan di Jakarta berupa tes kesehatan. Selain itu, juga diajarkan p**a etika dan bahasa Jepang. Setelah lulus tes di Jakarta, mereka telah diberi gaji yang lumayan.
Para siswa lainnya yang tidak mengikuti perekrutan melanjutkan ke perguruan tinggi. SMK Baruna memiliki dua jurusan, yaitu Nautika (Pelayaran) dan Teknika (Penangkapan Ikan).
Kini jumlah siswa SMK Baruna Petarukan 200 orang. Mereka lebih banyak dari daerah punggung. Yang dari luar kota, seperti Batang, Pekalongan, dan Tegal. Sekolah itu kini lebih mantap berjalan ke depan. Sebab, telah mendapatkan pengakuan potensi berstandar nasional dan internasional dari Departemen Pendidikan Nasional pada 2004.(Saiful Bachri-34j)
http://www.suaramerdeka.com/harian/0502/18/pan23.htm
LETAK gedungnya tak banyak yang mengetahui. Berada di barat lapangan Petarukan. Meski dari jalan raya pantura hanya berjarak 100 meter, posisinya tak mudah terlihat karena terhalang oleh gedung lain. Itulah gambaran letak gedung SMK Baruna Petarukan. Padahal, sekolah pelayaran menengah (SPM) itu sud...