15/05/2026
Dari Nol Menuju “Tim Panutan Keselamatan” — Tim Operasional PLTU OSS Xiangyu Indonesia
Mereka menyisir sistem dengan langkah nyata, menyatukan hati dalam bekerja, terjun ke lapangan pastikan tiap lini terjaga meski ekstrem cuaca melanda. Membangun sistem dari titik nol hingga menjadi Excellent Team di tingkat Grup yang membanggakan, tim PLTU OSS sukses mencatat lima ratus hari kerja aman berkelanjutan sepanjang tahun dua ribu dua puluh lima yang mengagumkan.
Langkah Awal: Merintis Sistem di Tengah Riuh Lapangan
Maret 2024 menjadi sebuah permulaan, saat tim operasional elektrik resmi terbentuk dalam satu barisan. Beranggotakan satu Kepala Bidang profesional, dua spesialis, dan dua pengawas senior sebagai kerangka utama, mereka bersinergi dengan regu tiga sif serta rekan kerja lokal demi menjaga denyut energi di seluruh wilayah kerja. Mengelola tiga unit area operasional dan sepuluh mesin pembangkit, mulai dari dermaga hingga jalur transmisi, tak ada sistem yang lepas dari pengawasan presisi.
Karena pada mulanya, memang belum ada sistem yang tersedia; semua harus dirintis langsung dari lapangan dan menyusun standar dari praktik nyata.
"Sistem belum tersedia, kita ciptakan saja." Semangat inilah yang membawa Wakil Kepala Bidang, Zhang Yue, bersama tim spesialis dan pengawas untuk terjun langsung ke garda depan tanpa jeda. Mereka menyisir setiap peralatan infrastruktur dengan saksama: satu tarikan kabel, satu titik sambungan, hingga setiap sakelar, seluruhnya diverifikasi di lapangan demi kepastian data. Pemandangan yang lazim terlihat adalah para anggota yang bersimpuh di samping parit kabel yang pengap dan gerah, berbekal senter untuk mencocokkan kode dan label penanda; lembaran denah yang awalnya buram menjadi kasat mata, hingga pemahaman terhadap sistem pun kian sempurna.
Suhu empat puluh derajat menjadi saksi, bagi dedikasi yang tak pernah henti. Menembus terik dari ruang kontrol hingga dermaga terjauh, empat puluh menit berjalan kaki tanpa rasa keluh. Rekor dua puluh delapan ribu langkah menjadi bukti nyata perjuangan, dalam durasi kerja enam belas jam yang melampaui batas kelelahan.
Ujian terberat saat hujan dan gerah menyatu, mengusik nyali yang sempat dirundung ragu. Namun, di tengah goyahnya semangat, satu kalimat hadir memberi pengikat: “Tuntaskan bagian tersulit sebagai mandat, agar sisa perjalanan tak lagi terasa berat.”
Tim kembali berbagi peran dalam sinergi, memecah kebuntuan dengan keteguhan hati. Saat lembar perdana diagram sistem tuntas diselesaikan, pengawas Xue Hongjun berseru: "Bagus!" penuh kebanggaan. Di detik itu, segala letih luruh seketika, terbayar tuntas oleh hasil yang nyata.
Beberapa bulan berselang, peta operasional kian sempurna, hingga sebuah sistem mandiri resmi tercipta. Menjadi bukti bahwa standar yang andal tak lahir dari kata-kata, melainkan dari peluh dan dedikasi yang tak terbantah.
Padu Serasi: Membentuk Sistem, Memperkuat tim
Di tengah tegaknya sistem yang dibangun bersama, kesolidan tim akan menjadi tantangan utama. Menghadapi sekat budaya dan bahasa, kader-kader lokal dirangkul untuk masuk ke lingkaran kerja. Pola pendampingan dalam satu area tugas diterapkan secara saksama—rekan Tiongkok mengawal metode dan standar baku, sementara personel lokal memperkuat penguasaan lapangan serta pengalaman mumpuni; menciptakan ruang bagi pertumbuhan kemampuan dalam satu baris visi yang harmoni.
Potret perubahan ini tampak jelas pada sosok Anza. Sempat terkendala komunikasi dan operasi, ia kini bangkit dengan kompetensi yang teruji. Melalui bimbingan yang telaten, ia tak hanya piawai dalam teknis dan aspek kerja selamat, namun juga menjadi penggerak kedisiplinan bagi rekan sejawat. Ia kini konsisten menegakkan aturan “Dua Izin dan Tiga Mekanisme”—memastikan izin kerja dan prosedur operasi terdokumentasi dengan mapan, menjaga disiplin serah terima, inspeksi, hingga rotasi alat tetap dalam ketetapan, terus memastikan seluruh pabrik terjaga dalam tertib inspeksi.
"Para mentor Tiongkok memberiku keahlian sejati, dan tim menerimaku layaknya keluarga sendiri, maka setiap perangkat akan dijaga sepenuh hati." Kalimat Anza tersebut bukan sekadar kata, melainkan cermin transformasi dari “penonton” menjadi “garda utama”.
Seiring pertumbuhan, manajemen pun kian diperkuat dengan sinergi yang presisi: memadukan Core Management dengan Shift Ex*****on dan melalui pola “tiga sif dan pembagian area yang ketat”, setiap titik krusial dipastikan terpantau selama dua puluh empat jam tanpa terlewat, terus memastikan area krusial ada yang memantau, ada yang menangani, demi sistem yang stabil serta efisiensi yang teruji.
Prestasi di Atas Lembar Keselamatan
“Niat bekerja, mampu bekerja, tuntas bekerja, dan tanpa cela.” Itulah komitmen bersama yang dijunjung tinggi dalam setiap menit kerja. Dua tahun berjalan, para anggota tim konsisten menguraikan masalah, menyelami perkara, dan menemukan solusi. Setiap kesulitan menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kemampuan diri.
Keringat yang tertumpah kini berbuah. Di tahun 2025, tim mengukir lima ratus hari operasi aman tanpa jeda. Prestasi ini membawa mereka ke posisi kedua tim terstandarisasi, hingga gelar “Tim Unggul” resmi diraih.
Mengenang masa awal perjuangan, setiap anggota menyimpan dalam-dalam setiap kesan: tentang malam-malam panjang menuntaskan kendala, peluh di bawah terik saat menyusuri jalur setapak, hingga saling menopang di kala rintangan terasa sesak. Di sanalah makna “tim” bukan lagi sekadar nama, melainkan beban tanggung jawab yang dipikul bersama.
Kini, skuad yang baru dua tahun berdiri telah bertransformasi menjadi “tim panutan keselamatan” di Pembangkit Listrik OSS.
Berdiri di titik awal yang baru, mereka memilih untuk kembali berangkat dari titik nol—terus mempertajam manajemen operasional yang ramping, mempercepat adopsi teknologi digital, hingga memacu efisiensi serta aspek K3 di garis terdepan. Di sana, mereka terus melaju, menciptakan “akselerasi” yang melampaui waktu.