13/02/2014
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Banyak hal yang telah kita ketahui dalam hal pengembangan dan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat khususnya. Selain itu p**a perkembangan manusia yang sangat cepat tanpa dimbangi dengan ekonomi yang sesuai dengan tingkat kebutuhannnya akan menjadikan taraf hidupnya rendah yaitu di kategorikan masih dalam berpenghasilan rendah atau dalam criteria bawah. Terutama di sentra pertanian sendiri, padahal di Indonesia sendiri di kenal sebagai Negara Agraris,justru berbanding terbalik dengan kehidupan yang dirasakan sendiri para petani. Banyak alternative yang dapat di tempuh dalam menangani masalah tersebut, pemerntah juga tidak diam menghaapi hal semacam ini. Tak lupa p**a kesadaran akan masyarakat tentang pentingnya menjadi seorang yang mandiri di berbagai aspek tentunya.
Salah hal yang yang ditempuh untuk mengatasi itu dengan cara dimana, mengembangkan usaha yang pada saat ini belum bgitu di kenal namun sudah mulai di berdayakkan di Negara Indonesia, salah satu cara dimana penanganan masalah itu dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif. Namun tidak semuanya dapat dilakukan, ada beberapa hal mempengaruhinya anatara lain: letak geografis, jenis tanah, sumber air dll. Banyak lahan yang kurang dimanfaatakan secara maksimal khususnya di daerah dengan tingkat curah hujan yang rendah dan bersuhu udara panas. Jadi mereka hanya memanfaatkan lahan pada waktu hujan saja. Dan untuk nilai yang di dapat petani dari hasil tanam di daerah seperti sangat tidak menjanjikan. Ibarat peribahasa “Besar pasak daripada tiang”, maka dari itu perlunya pengentasan akan masalah tersebut.
Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang pertanian banyak sekali hal yang dulunya menjadi hal yang tabu sekarang justru menjadi primadona di kalangan tertentu. Karena hal itu belum sepenuhnya disebarkan pada masyarakat luas, sehingga pengetahuan masyarakat akan hal itu menjadi terlambat. Salah satunya pembudidayaan jamur, diman jamur biasanya hanya tumbuh di alam bebas dengan berkat pengetahuan masyarakat akan hal itu, sekarang dengan itu kita sudah mengetahibeberapa daerah di Indonesia sudah mulai mengembangkan budidaya jamur. Beberapa jamur yang sudah di kembangkan di Indonesia dan sudah dibudidayakan di masyarakat antara lain: jamur tiram, jamur kuping, jamur shiitake, jamur merang, jamur kancing dan jamur ling zhi. Dengan media tanam yang di sebut BAGLOG, dimana dengan pemberian bibit sesuai yang di tanam. Untuk baglog sendiri sudah mulai di kembangkan sejak beberapa tahun yang lalu banyak di Indonesia, namun di kalangan masyarakat sendiri mempunyai pemikiran tersendiri akan jamur yang akan di budidayakan nantinya.
Jamur tiram sudah menjadi familiar dikalangan tertentu, karena sebagai orang menganggap jamur itu sebagai makanan yang kurang mempunyai nilai pada umumnya. Nmaun karena perawatn yang lebih mudah di bandingkan dengan perwatan jamur yang lain. Dan jamur tiram sendiri mempunyai komunitas sendiri untuk pemberdayaannya, dan juga menjadi pengganti operasional harian jamur tiarm ini sering di sebut dengan jamur harian, karena setelah mencapai masa panen akan tumbuh secar bergantian. Selain itu jamur ini harus segera di manfaatkan setelah di panen. Maka dari itu termasuk ke dalam barang cepat rusak. Dan salah satu inilah yang membuat masyarakat berusah untuk mengembangkan Budidaya Jamur.